Langsung ke konten utama

20 Juni 2013 #part3

Hai kamu, ingin sekali sebenarnya aku mengabarimu kalau aku sudah lulus verivikasi J Kamu tahu, betapa girangnya aku saat itu. Loncat-loncat seperti anak balita yang dikasih permen. Tapi aku mengurungkan niatku untuk mengabarimu. Karena apa? Karena aku berpikir kamu sudah melupakannya. Padahal ingin sekali aku mengabarimu, kalau teman baikmu ini lagi bahagia. Aku berharap suatu hari nanti aku dapat berteman baik denganmu lagi. Kota kita memang nantinya akan berpisah, tapi percayalah! Magis pesan singkatmu masih membekas di hatiku. Kalau kita tak bisa lagi bertemu secara raga, tapi aku berharap bisa bertemu denganmu di dalam tidurku. Mampir dong di alam tidurku. Walau hanya sekejap.

Aku ingin bercerita tentang sosok berjaket nih ke kamu. Kemarin semalaman aku berbalas pesan dengannya sampai larut. Walau kemarin malam horor tapi berubah menjadi malam yang hangat. Menurutmu aku mungkin plin-plan yah? Soalnya aku masih saja terus membicarakan sosok berjaket. Hhhh... aku sendiri bingung. Tapi aku bertekad untuk merubah semua perasaan itu kog! Tenang saja, kamu bisa pegang janjiku ini. Aku mungkin lebih cocok berteman baik dengannya bukan yang lain. Takdir Tuhan memang seperti itu. Walau aku ingin sekali merubahnya. Tapi kuurungkan lagi niatku. Karna aku tak ingin menjadi orang yang egois.

Sosok berjaket telah memilih seseorang untuk mengontrak hatinya. Dan akupun tahu. Cuman aku saja yang bego’. Tapi aku bangga dengannya. Setidaknya dia bukan lelaki yang gampang menyerah untuk menggapai sesuatu. Tidak seperti aku ini yang hanya jago nangis dan mengeluh. Tanggal 7 juli 2013 dia test. Dia memintaku untuk mendo’akannya. Padahal walau tak dimintapun aku pasti mendo’akannya. Di setiap do’aku pasti terselip nama sahabat dan teman baikku. Sukses selalu yah untukmu sosok berjaket! Aku do’akan yang terbaik untukmu. Aku juga do’akan agar kau dapat menggapai seseorang yang telah mengontrak hatimu. Do’akan aku juga agar aku sukses move on darimu hehe. Aku juga tak ingin terus hidup dalam bayang-bayangmu. Aku juga ingin bangkit dari semua ini. Mengakhiri semuanya dan menggantinya dengan yang lebih baik lagi. Aku menanti sosok berjaket yang lain tapi bukan dirimu J


Bersambung.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Come Back

Finally, akhirnya nulis lagi. Terakhir upload 1,5 tahun yang lalu. Jeda yang sangat lamaaa... Emang amatiran banget, ga konsisten haha So, I am come back. Beberapa bulan ini dan kedepan adalah bulannya ujian kesabaran. Loh kok bisa? Yuhuu bulannya angkatanku pada sempro, ada yang mau sidang, ataupun ada yang mau wisuda dan bahkan banyak yang nikah. “Kon kapan nggik?” STOP dengan pertanyaan jahat itu! haha This whole thing got me thinking, apakah poin dari kita hidup adalah untuk cepet-cepetan ngelakuin sesuatu? Kenapa juga kita mesti cepet-cepetan ngelakuin sesuatu? Cepet-cepetan achieve sesuatu? Dan kenapa kita harus ngikutin pattern yang udah ada, yang udah dilakuin sama orang-orang sebelum kita? I am 22 now. Apakah aku seharusnya sudah sempro? “waduh penelitihan pendahuluan aja belum haha” Apakah aku seharusnya sudah wisuda? “helloo pendamping wisudamu belum ada nggik haha Oke itu nggak penting, pendamping ter-so sweet adalah keluarga”. Apakah seharusnya sekarang aku su...

20 Juni 2013

Apa yang aku rasakan malam ini, berasa makan gado-gado. Hehe macem-macem. Kaget, bingung, seneng, dan ga percaya. Ntah ini mimpi atau apa sehingga aku tak dapat menggambarkannya secara nyata. Nadiku serasa berhenti beberapa detik saat ku membaca pesan singkat darimu. Mungkinkah aku hanya Gede Rasa doang?? Ini terlalu mendadak untuk aku ketahui. Sekian lama aku berteman denganmu aku tak pernah merasakan adanya perlakuanmu yang spesial untukku. Semua terlihat biasa saja. Atau mungkin aku saja yang bodoh yang tak peka dengan perasaanmu. Begitu piciknya aku yang tak menyadari adanya sosokmu di kehidupanku. Mungkin saat itu aku sedang dibutakan dengan “Cinta  Konyolku”. Yah, mungkin aku menyebutnya seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yang selalu kacau, aku yang ga peduli dengan perhatian-perhatian kecilmu dan aku yang sangat sibuk mempertahankan “cinta konyolku”. Gimana ga konyol?? Aku suka dengan seseorang yang jelas-jelas aku mengetahui arah perasaannya pada seseoran...

JOMBLO

Waktu berjalan begitu cepat, hingga usia begitu gesit merambat. Detik yang berputar pun enggan untuk berhenti sejenak. Bahkan, hanya untuk sekedar menungguku bersiap dan berbenah diri. Detik berganti jam, hari berganti bulan, hingga tahun-tahun baru kembali berlabuh. Usia tak lagi tujuh, atau sepuluh, atau bahkan tujuh belas. Banyak orang bilang, “siapa calonnya?” Bagaimana denganmu? Hanya menunggu waktu yang tepat menurut Allah. Seperti janji-Nya yang tak pernah teringkari atau terpalsukan. Janji Allah itu pasti, bahwa setiap insan memang diciptakan berpasang-pasangan. Lalu apa yang perlu diragukan, ketika semua telah menjadi sebuah ketetapan-Nya? Aku memiliki jodoh, dan kamu pun juga demikian. Tak akan ada yang bisa menembus kokohnya dinding takdir, bahkan hanya untuk sekedar mengintip di balik tabir. Jodoh telah menjadi takdir-Nya yang amat sangat rahasia. Begitu rapi tersimpan di lauhul mahfudz hingga saatnya tiba. Kita hanyalah berkewajiban untuk berbanyak ikhtiar, serta perb...