Langsung ke konten utama

Postingan

L.I.F.E.

Untukku hidup adalah sebuah perjalanan, petualangan atau cara lain Tuhan memberitahu aku bagaimana caranya bersyukur. Aku tahu Tuhan pasti menentukan tujuan hidupku. Aku tidak perlu mencarinya. Aku hanya harus bersabar menunggu Ia menunjukkannya. Awalnya petunjuk-petunjuk itu tampak seperti benang kusut untukku. Aku bisa menyentuhnya tapi sulit untuk menemukan ujungnya agar aku bisa mengurainya berurutan. Aku bahkan sempat mengira semuanya adalah bencana. Lalu Tuhan membantuku untuk mengurutkan semuanya, menempatkan segala peristiwa yang diberikan-NYA sebagai reaksi berantai. Aku mengalami banyak hal dalam hidupku. Kadang aku menangis, kadang aku tertawa, kadang aku mengalami keduanya. Aku pernah mengalami masa-masa sulit dimana aku mengira tidak bisa bangkit lagi. Tapi beruntung aku segera sadar dan mengetahui bahwa hidup selalu berganti dan penuh kejutan. Hidupku seperti rantai yang terus sambung menyambung. Setiap kejadian mempengaruhi kejadian setelahnya. Aku merasa Tuhan be...

Sebuah Cerita, Sebuah Nama

tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu memori crita cinta aku, dan persahabatan saat dia (dia) dia masuki alam pikiran ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan cinta masa sekolah yang pernah terjadi that was the moment a part of sweet memory kita membumi, melangkah bersama kita ciptakan hangat sebuah cerita mulai dewasa, cemburu dan bungah finally now, its our time to make a history persahabatan yang akan kukenang abadi selamanya akan bersemayam dalam jiwa bergegaslah, kawan tuk sambut masa depan tetap berpegang tangan, saling berpelukan berikan senyuman tuk sebuah perpisahan kenanglah sahabat,kita untuk slamanya  selamat jalan calon orang* sukses .kamu aku kita tak pernah kulupakan J Lindah Rahmawati, Putri Nelasari, Febby Rahmadani, Lanny Silvia, Agnes Triwulandari , Suci Fitri Mardiana, Elya Citra Resmi, M. Hanung A...

20 Juni 2013 #part3

Hai kamu, ingin sekali sebenarnya aku mengabarimu kalau aku sudah lulus verivikasi J Kamu tahu, betapa girangnya aku saat itu. Loncat-loncat seperti anak balita yang dikasih permen. Tapi aku mengurungkan niatku untuk mengabarimu. Karena apa? Karena aku berpikir kamu sudah melupakannya. Padahal ingin sekali aku mengabarimu, kalau teman baikmu ini lagi bahagia. Aku berharap suatu hari nanti aku dapat berteman baik denganmu lagi. Kota kita memang nantinya akan berpisah, tapi percayalah! Magis pesan singkatmu masih membekas di hatiku. Kalau kita tak bisa lagi bertemu secara raga, tapi aku berharap bisa bertemu denganmu di dalam tidurku. Mampir dong di alam tidurku. Walau hanya sekejap. Aku ingin bercerita tentang sosok berjaket nih ke kamu. Kemarin semalaman aku berbalas pesan dengannya sampai larut. Walau kemarin malam horor tapi berubah menjadi malam yang hangat. Menurutmu aku mungkin plin-plan yah? Soalnya aku masih saja terus membicarakan sosok berjaket. Hhhh... aku sendiri bing...

20 Juni 2013 #part 2

Seminggu Kemudian. . .                         Hari ini tepat seminggu kau mengatakan pesan singkatmu padaku. Gimana kabarmu sekarang? Baik-baikkan di sana. Magis pesan singkatmu sukses mengisi ruang hati dan pikiranku. Untuk selalu bertanya-tanya maksud akan pesan singkatmu. Mungkin kamu sudah melupakannya, namun aku bukan tipe orang yang mudah untuk melupakan sesuatu. Bagimu ini biasa tapi tidak bagiku. Ini semua terlalu kaget dan singkat untuk kuakhiri.             Ingin sekali aku mengatakan kepadamu bahwa aku bukan pengecut lagi. Aku telah membongkar semua rahasiaku kepada “sosok berjaket”. Aku ingin tahu bagaimana responmu setelah mengetahuinya. Apakah kaget, bingung atau senang? Ntahlah mungkin itu hanya imijinasi semuku padamu. Rasanya aku seperti orang bodoh. Aku terang-terangan mengatakan perasaan pada sos...

20 Juni 2013

Apa yang aku rasakan malam ini, berasa makan gado-gado. Hehe macem-macem. Kaget, bingung, seneng, dan ga percaya. Ntah ini mimpi atau apa sehingga aku tak dapat menggambarkannya secara nyata. Nadiku serasa berhenti beberapa detik saat ku membaca pesan singkat darimu. Mungkinkah aku hanya Gede Rasa doang?? Ini terlalu mendadak untuk aku ketahui. Sekian lama aku berteman denganmu aku tak pernah merasakan adanya perlakuanmu yang spesial untukku. Semua terlihat biasa saja. Atau mungkin aku saja yang bodoh yang tak peka dengan perasaanmu. Begitu piciknya aku yang tak menyadari adanya sosokmu di kehidupanku. Mungkin saat itu aku sedang dibutakan dengan “Cinta  Konyolku”. Yah, mungkin aku menyebutnya seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yang selalu kacau, aku yang ga peduli dengan perhatian-perhatian kecilmu dan aku yang sangat sibuk mempertahankan “cinta konyolku”. Gimana ga konyol?? Aku suka dengan seseorang yang jelas-jelas aku mengetahui arah perasaannya pada seseoran...

Cerpen Jadulku ;)

  “SENYUMMU MENGALIHKAN DUNIAKU” Awalnya aku tak menyangka bahwa kisah ini terjadi saat catatan akhir sekolah SMP-ku. Lebih tepatnya saat aku menginjak kelas IX. Kisah ini bagaikan hadiah terindah diakhir masa-masa SMP-ku. Saat itu aku bersekolah di SMP N 1 Mojokerto. Jarak antara sekolah dan rumahku kurang lebih 3 Km. setiap hari aku mengayuh sepeda ke sekolah bersama temanku. Boleh dibilang aku termasuk gadis yang sederhana, karena aku tidak terlalu meminta ini itu (ho..ho..ho…menyanjung diri sendiri reeeek). Di penghujung akhir SMP ini ada sesosok laki-laki yang memikat hatiku. Dia adalah M. Zain Alvian, sebut saja dia Vian. Sebelumnya tak terlintas di benakku tentang sosok seorang Vian. Walaupun sebenarnya jarak antara rumah kita tidak terlalu jauh. Ini berawal dari saat aku satu kelas dengannya. Kesan pertama yang aku lihat  dari seorang Vian adalah “senyumannya”. Yeah, mungkin itu sangat konyol sih, kalau ini semua berasal dari sebuah senyuman. Senyuman yang bisa me...

Gatau Judunya apa :)

Pernahkah kau merasakan hebatnya Cinta?? Ketika engkau tetap tersenyum saat terluka. Ketika engkau tetap tersenyum walau di dalam hati menangis. Ketika engkau tetap tersenyum di saat perpisahan. Jujur aku pernah merasakanna...!!!!! Tapi aku mampu tersenyum walau hai terluka. Karena aku yakin Alah tidak menciptakan dia untukku. Aku juga pernah tersenyum manis ketika berpisah dengannya. Karena sekali lagi aku percaya Cinta tak Harus Memiliki. Dan aku yakin Allah pasti telah menciptakan cinta yang lain untuk ku. Jujur pula aku tetap bisa mencintainya. Meki dia tak dapat ku rengkuh dalam kehidupanku. Karna Cnta memang bukan hanya ada di dalam Raga, akan tetapi selalu bersemayam di dalam JIWA.