Lebaran kai ini beda dengan lebaran tahun sebelumnya.
Dibilang spesial juga nggak, tapi dibiang gak spesial nggak juga (bingungung ya
hehe). H-2 Lebaran bukannya sibuk buat prepare menyambut hari sakral tersebut,
aku malah lagi sibuk-sibuknya buat ngerjain tugas ospek. Fyuhh...
Rasanya tiap hari ga bisa tidur nyenyak, tugas ospek
selalu mampir di setiap mimpiku. Sialan! Gak pandang bulu juga, ntah itu mimpi
baik atau mimpi buruk. Selalu mampir deh tuh tugas. Walau hanya sekedar
mengucap “assalamu’alaikum”. Hidup dalam bayang-bayang tugas itu rasanya....
bagai kepleset di tepi jurang terus masuk ke hutan rimba dan akhirnya jatuh di
perkampungan rimba yang isinya para tarzan dan binatang buas. Hhiiiii...
seremm!
Tiap hari harus rela begadang demi mencari inspirasi
(duh.. kayak pencipta lagu :D). UB bikin ribet nih tugas ospeknya, di suruh
ngarang “mengapa memilih Ub-lah” kalau di suruh jawab sih, takdir paleng hehe. Tapi
lepas dari itu semua memang aku pingin masuk UB. Tahu kenapa? Karena aku dari
awal tertarik pada bidang pertanian. Bidang dimana selalu aku imajinasikan. Bidang
di mana selalu aku presentasikan di keluargaku. Ya.. bidang dimana selalu aku
baanggakan. Terus belum lagi di suruh buat kritikan terhadap pemimpin bangsa
dari aspek moralitas dan religiulitas yang di sesuaikan dengan peran mahasiswa
sebagi agent of change, social control dan iron stock. Aku sebagai remaja yang
kurang paham tentang politik seperti itu, lantas aku selalu mengeluh tiap kali
memikirkannya. Beruntung sekaliaku punya Ayah seperti Doraemon yang serba bisa.
Bedanya kalo doraemon punya kantong ajaib, lah kalo ayahku punya kantong celana
kwkw :D beliau selalu memotivasiku, mengarahkanku bagaimana aku harus bersikap.
Kata beliau “dadi mahasiswi kog mental krupuk nduk, dadi mahasiswi iku kudu
mental baja! (sambil mengepalkan tangan, ala-ala Bung Tomo) Titik-titik ngeluh.
Gimana ngkok dadi tombak penerus bangsa?? Jare pengen dadi wong berhasil, dadi
kudu berjuang. Ga oleh lembek! Buat masa depan kog coba-coba” wkwkwk yeah..
dari ceramahan beliau akhirnya aku dapat ide juga untuk tugasku. Iron Stock
berarti generasi bermental Baja. Baja berarti harus terus berjuang menggapai
asa walau badai, angin puting beliung, tornado, banjir bandang, tanah longsor,
bahkan tsunami sekalipun tak menyurutkan kami para generasi bangsa untuk terus
menyumbangkan sumbangsih berupa akal dan tenaga untuk negeri tercinta “Indonesiaku”.
Ohya, tak lupa untuk para sahabat dan kawan-kawanku
yang bersedia untuk jadi komentatorku :D Pokoknya kalian “THE BEST” deh pake
banget :D Terima kasih untuk semuanya. Semoga Allah membalas jasa kalian. Amin.
Ini ceritaku J
apa ceritamu?? haha
Komentar
Posting Komentar