Apa yang aku rasakan malam ini, berasa makan gado-gado. Hehe
macem-macem. Kaget, bingung, seneng, dan ga percaya. Ntah ini mimpi atau apa
sehingga aku tak dapat menggambarkannya secara nyata. Nadiku serasa berhenti
beberapa detik saat ku membaca pesan singkat darimu. Mungkinkah aku hanya Gede
Rasa doang?? Ini terlalu mendadak untuk aku ketahui. Sekian lama aku berteman
denganmu aku tak pernah merasakan adanya perlakuanmu yang spesial untukku.
Semua terlihat biasa saja. Atau mungkin aku saja yang bodoh yang tak peka
dengan perasaanmu.
Begitu piciknya aku yang tak menyadari adanya sosokmu di
kehidupanku. Mungkin saat itu aku sedang dibutakan dengan “Cinta Konyolku”. Yah, mungkin aku menyebutnya
seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yang selalu kacau, aku yang ga
peduli dengan perhatian-perhatian kecilmu dan aku yang sangat sibuk
mempertahankan “cinta konyolku”. Gimana ga konyol?? Aku suka dengan seseorang
yang jelas-jelas aku mengetahui arah perasaannya pada seseorang. Dan parahnya,
hampir tiap hari saat itu aku meratapi cinta konyolku. Ini aku yang melankolis
apa bego’?? hehe aku rasa dua-duanya deh.
Bisa dibilang ini cinta terlarang juga sih. Haduuu, kaya’
lagunya The Virgin nih hehe. Gimana ga terlarang, aku menyukai sahabat aku
sendiri, OMG!! Sahabat atau teman dekat ya?? Ntahlah, yang penting aku
menyebutnya sebagai sosok sahabatku. Rasa itu ga sengaja tumbuh subur di
Kampung Hatiku. Yang awalnya kagum malah tumbuh subur jadi cinta *eh suka.
Padahal aku ga ngasih pupuk sama sekali loh. Tiap hari aku cekokkin dengan
pestisida beracun agar rasa ini cepet mati. Tapi bukannya mati malah tumbuh
subur, kaya jamur di musim penghujan.
Yah, aku rasa cinta konyolku ini bertepuk sebelah tangan.
Tapi bego’nya aku masih terus mempertahankannya sampai rasa itu sudah tak bisa
kubendung lagi untuk aku sembunyikan. Dan pada akhirnya aku hanya berani
mengunkapkannya melalui facebook atau twitter. Haha alay banget ga sih?? Ga
kan hehe. Seperti kebanyakan remaja lainnya yang pengecut seperti aku ini hanya
berani mengungkapkannya melalui media pintas, apalagi kalau bukan jejaring
sosial.
Hampir tiap hari aku bikin status-status dan ngetwitt
ngalay. Ntah apa yang aku rasakan saat itu, sepertinya saraf malu-ku terserang
virus akut. Padahal kalau dipikir-pikir biasanya agak risih tiap kali lihat
status yang alay detected kaya’ gitu. Eh sekarang malah aku yang terserang
virus itu. Gara-gara itu aku makin kreatif bikin julukan-julukan aneh haha.
Dari mulai Vung, sampai akhirnya menetap di “Sosok Berjaket” wkwk. Imajinasiku
makin kreatif, tiap hari aku selalu berhayal, rajin ngetwitt sampai mengarang
status panjang lebar. Mungkin saat itu sisi kreatif menulisku mulai terasah
dengan alaminya. Kalau diingt-ingat kejadian tempo itu rasanya pingin ngakak
dan nutupin muka pake’ koran haha.
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar