Langsung ke konten utama

L.I.F.E.

Untukku hidup adalah sebuah perjalanan, petualangan atau cara lain Tuhan memberitahu aku bagaimana caranya bersyukur. Aku tahu Tuhan pasti menentukan tujuan hidupku. Aku tidak perlu mencarinya. Aku hanya harus bersabar menunggu Ia menunjukkannya. Awalnya petunjuk-petunjuk itu tampak seperti benang kusut untukku. Aku bisa menyentuhnya tapi sulit untuk menemukan ujungnya agar aku bisa mengurainya berurutan. Aku bahkan sempat mengira semuanya adalah bencana. Lalu Tuhan membantuku untuk mengurutkan semuanya, menempatkan segala peristiwa yang diberikan-NYA sebagai reaksi berantai.

Aku mengalami banyak hal dalam hidupku. Kadang aku menangis, kadang aku tertawa, kadang aku mengalami keduanya. Aku pernah mengalami masa-masa sulit dimana aku mengira tidak bisa bangkit lagi. Tapi beruntung aku segera sadar dan mengetahui bahwa hidup selalu berganti dan penuh kejutan. Hidupku seperti rantai yang terus sambung menyambung. Setiap kejadian mempengaruhi kejadian setelahnya.
Aku merasa Tuhan begitu baik dengan umatnya. Bagaimana tidak? Kenikmatan itu seoalah tak dapat di ungkapkan dengan perkataan namun juga harus selalu direnungkan di hati dan pikiran. Aku bagai manusia “angkuh” yang sulit untuk mengucap syukur kepada-NYA. Bahkan sampai saat ini aku masih sangat mudah mengucap rasa “agh, hhh..., kenapa seperti ini?, haruskah?, mengapa, dll”. Kata-kata mengeluh itu yang seharusnya aku keramatkan tapi malah menjadi kebiasaan untuk mengucapkannya. Semua itu bagai magis yang selalu menghipnotis untuk kuucapkan.

Padahal Tuhan selalu melimpahkan Rahmad dan Kasihnya padaku. Setiap jam, menit, detik dan hingga saat ini aku masih diberikan nyawa untuk aku menggapai segala mimpiku. Namun bangun tidur bagiku hal biasa, kadang aku lupa mengucap rasa syukur pada-NYA. Yeah! sungguh angkuhnya aku sebagai makhluk yang tak berdaya. Aku sering menyepelehkan kenikmatan itu hingga aku enggan mengucap syukur pada-NYA.
Setiap detik untuk seorang pemain sepak bola sangatlah berarti. Bagi mereka detik-detik tersebut menentukan sebuah kemenangan, selain kekompakan suatu team. Tak akan ada yang di sia-siakan. Tapi tidak bagiku, detik demi detik kadang kulewatkan begitu saja tanpa adanya hal yang berarti. Selama ini aku terlalu membuang detik-detik emasku dengan sia-sia tanpa ada sebuah penyesalan.

Detik-detik tersebut hanya banyak ku gunakan untuk mengeluh, menyerah dan menangis yang tiada arti. Aku terlalu mudah mengeluarkan air mata yang tiada guna itu. Begitu gampangya aku untuk melakukan 3M kali ini singkatanya bukan Menguras, Menutup, dan Mengubur tapi Mengeluh, Menyerah dan Menangis. Padahal aku seharusnya menyadari bahwa setiap masalah yang Tuhan berikan pasti terselip jalan keluar dan hikmahnya. Rencananya begitu ajaib dan penuh kejutan. Kini aku menemukan tujuan hidupku: Menjalani. Bersyukur. Dan menjadi bahagia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

20 Juni 2013

Apa yang aku rasakan malam ini, berasa makan gado-gado. Hehe macem-macem. Kaget, bingung, seneng, dan ga percaya. Ntah ini mimpi atau apa sehingga aku tak dapat menggambarkannya secara nyata. Nadiku serasa berhenti beberapa detik saat ku membaca pesan singkat darimu. Mungkinkah aku hanya Gede Rasa doang?? Ini terlalu mendadak untuk aku ketahui. Sekian lama aku berteman denganmu aku tak pernah merasakan adanya perlakuanmu yang spesial untukku. Semua terlihat biasa saja. Atau mungkin aku saja yang bodoh yang tak peka dengan perasaanmu. Begitu piciknya aku yang tak menyadari adanya sosokmu di kehidupanku. Mungkin saat itu aku sedang dibutakan dengan “Cinta  Konyolku”. Yah, mungkin aku menyebutnya seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yang selalu kacau, aku yang ga peduli dengan perhatian-perhatian kecilmu dan aku yang sangat sibuk mempertahankan “cinta konyolku”. Gimana ga konyol?? Aku suka dengan seseorang yang jelas-jelas aku mengetahui arah perasaannya pada seseoran...

Moment Lebaran

Lebaran kai ini beda dengan lebaran tahun sebelumnya. Dibilang spesial juga nggak, tapi dibiang gak spesial nggak juga (bingungung ya hehe). H-2 Lebaran bukannya sibuk buat prepare menyambut hari sakral tersebut, aku malah lagi sibuk-sibuknya buat ngerjain tugas ospek. Fyuhh... Rasanya tiap hari ga bisa tidur nyenyak, tugas ospek selalu mampir di setiap mimpiku. Sialan! Gak pandang bulu juga, ntah itu mimpi baik atau mimpi buruk. Selalu mampir deh tuh tugas. Walau hanya sekedar mengucap “assalamu’alaikum”. Hidup dalam bayang-bayang tugas itu rasanya.... bagai kepleset di tepi jurang terus masuk ke hutan rimba dan akhirnya jatuh di perkampungan rimba yang isinya para tarzan dan binatang buas. Hhiiiii... seremm! Tiap hari harus rela begadang demi mencari inspirasi (duh.. kayak pencipta lagu :D). UB bikin ribet nih tugas ospeknya, di suruh ngarang “mengapa memilih Ub-lah” kalau di suruh jawab sih, takdir paleng hehe. Tapi lepas dari itu semua memang aku pingin masuk UB. Tahu kena...

Gatau Judunya apa :)

Pernahkah kau merasakan hebatnya Cinta?? Ketika engkau tetap tersenyum saat terluka. Ketika engkau tetap tersenyum walau di dalam hati menangis. Ketika engkau tetap tersenyum di saat perpisahan. Jujur aku pernah merasakanna...!!!!! Tapi aku mampu tersenyum walau hai terluka. Karena aku yakin Alah tidak menciptakan dia untukku. Aku juga pernah tersenyum manis ketika berpisah dengannya. Karena sekali lagi aku percaya Cinta tak Harus Memiliki. Dan aku yakin Allah pasti telah menciptakan cinta yang lain untuk ku. Jujur pula aku tetap bisa mencintainya. Meki dia tak dapat ku rengkuh dalam kehidupanku. Karna Cnta memang bukan hanya ada di dalam Raga, akan tetapi selalu bersemayam di dalam JIWA.