Langsung ke konten utama

Tragedi...

Mendengar kabar bahwa dompetmu hilang, seketika aku kaget. Kala itu aku baca timeline twittermu, “Dompetku ilang”. “Jdeerrrr...” bagai petir di siang bolong. Langsung aku mention, tapi menunggu balasanmu yang tak kunjung datang aku beralih ke facebook. Melihat namamu yang sedang aktif, kuberanikan diriku untuk me-ngechat akunmu.
          A: “ilang ndok ndi dompetmu?”
          X: “lugur.”
          A: “nang?”
          X: “mari ngeloundry klambi.”
          A: “KTP, ATM, SIM dll ilang?”
          X: “kabeh.”
          A: “terus manganmu?”
          X: “utang.”
          A: “ibumu wes ngerti?”
          X: “wes.”
          A: “sabar.”
          X: “iyo.”
Gimana menurut kalian? “Gilaaa datar banget bukan?! Hahaha” Namun aku sudah sedikit lega, setidaknya aku mengerti kabarnya. Jujur saat itu aku panik, aku berpikir dengan uang apa dia makan nanti. Sebenarnya aku ragu untuk menanyakan yang lebih lagi kepadanya, aku takut dia malah ilfil. Karena sadar aku hanya teman. Tak kehilangan akal akhirnya aku minta temanku untuk menanyakan hal yang lebih lagi ke dia, mungkin saja dengan orang lain yang menanyakan dia akan terbuka.

Seperti yang aku duga sebelumnya, dia sedikit terbuka dengan temanku. Kata temanku dia baik-baik saja dan sangat tegar. “fyyuuuhh..” kepanikanku sedikit terobati. Aku percaya dia memang seseorang yang tangguh. Beda sekali denganku, aku yang lembek, gampang putus asa dan cengeng. Itulah mengapa sampai saat ini aku sulit menghilangkan sosoknya dari perasaanku. Ketegaran dan kerja kerasnya telah mengunci pintu hatiku untuk sosok yang lain. Ntah sampai kapan hati ini akan terkunci olehnya. Yang jelas sampai saat ini aku masih, masih, dan masih sangaaatttt mengagumi akan sosoknya J sosok berjaket J



Komentar

Postingan populer dari blog ini

20 Juni 2013

Apa yang aku rasakan malam ini, berasa makan gado-gado. Hehe macem-macem. Kaget, bingung, seneng, dan ga percaya. Ntah ini mimpi atau apa sehingga aku tak dapat menggambarkannya secara nyata. Nadiku serasa berhenti beberapa detik saat ku membaca pesan singkat darimu. Mungkinkah aku hanya Gede Rasa doang?? Ini terlalu mendadak untuk aku ketahui. Sekian lama aku berteman denganmu aku tak pernah merasakan adanya perlakuanmu yang spesial untukku. Semua terlihat biasa saja. Atau mungkin aku saja yang bodoh yang tak peka dengan perasaanmu. Begitu piciknya aku yang tak menyadari adanya sosokmu di kehidupanku. Mungkin saat itu aku sedang dibutakan dengan “Cinta  Konyolku”. Yah, mungkin aku menyebutnya seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yang selalu kacau, aku yang ga peduli dengan perhatian-perhatian kecilmu dan aku yang sangat sibuk mempertahankan “cinta konyolku”. Gimana ga konyol?? Aku suka dengan seseorang yang jelas-jelas aku mengetahui arah perasaannya pada seseoran...

Moment Lebaran

Lebaran kai ini beda dengan lebaran tahun sebelumnya. Dibilang spesial juga nggak, tapi dibiang gak spesial nggak juga (bingungung ya hehe). H-2 Lebaran bukannya sibuk buat prepare menyambut hari sakral tersebut, aku malah lagi sibuk-sibuknya buat ngerjain tugas ospek. Fyuhh... Rasanya tiap hari ga bisa tidur nyenyak, tugas ospek selalu mampir di setiap mimpiku. Sialan! Gak pandang bulu juga, ntah itu mimpi baik atau mimpi buruk. Selalu mampir deh tuh tugas. Walau hanya sekedar mengucap “assalamu’alaikum”. Hidup dalam bayang-bayang tugas itu rasanya.... bagai kepleset di tepi jurang terus masuk ke hutan rimba dan akhirnya jatuh di perkampungan rimba yang isinya para tarzan dan binatang buas. Hhiiiii... seremm! Tiap hari harus rela begadang demi mencari inspirasi (duh.. kayak pencipta lagu :D). UB bikin ribet nih tugas ospeknya, di suruh ngarang “mengapa memilih Ub-lah” kalau di suruh jawab sih, takdir paleng hehe. Tapi lepas dari itu semua memang aku pingin masuk UB. Tahu kena...

Gatau Judunya apa :)

Pernahkah kau merasakan hebatnya Cinta?? Ketika engkau tetap tersenyum saat terluka. Ketika engkau tetap tersenyum walau di dalam hati menangis. Ketika engkau tetap tersenyum di saat perpisahan. Jujur aku pernah merasakanna...!!!!! Tapi aku mampu tersenyum walau hai terluka. Karena aku yakin Alah tidak menciptakan dia untukku. Aku juga pernah tersenyum manis ketika berpisah dengannya. Karena sekali lagi aku percaya Cinta tak Harus Memiliki. Dan aku yakin Allah pasti telah menciptakan cinta yang lain untuk ku. Jujur pula aku tetap bisa mencintainya. Meki dia tak dapat ku rengkuh dalam kehidupanku. Karna Cnta memang bukan hanya ada di dalam Raga, akan tetapi selalu bersemayam di dalam JIWA.