Langsung ke konten utama
Ku pejamkan mata ini,
Mencoba tuk melupakan,
Segala kenangan indah tentang dirimu, tentang diriku,
Semakin aku mencoba bayangmu semakin datang,
Merasuk hingga ke jiwa,
Tuhan tolonglah diriku,
Entah dimana dirimu berada,
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu,
Apakah disana kau rindukan aku,
Seperti diriku yang selalu merindukanmu. . . . . .

Semestinya aku memang harus  memulai untuk melupakanmu. Hal itu yang selalu gagal aku lakukan. Mungkin karena magis kenanganmu yang terlalu tangguh, hingga aku tak mampu lagi untuk menghancurkannya. Semua kenanganmu yang begitu nyata yang selalu mampir disetiap malam sunyiku. Walau aku hanya melihat bayang semumu. Yeahh... bayang semu, aku hanya bisa merasakan rindu ini yang semakin merasuk tanpa bisa melihat raga nyatamu. Itulah yang setiap hari aku rasakan. Dan kamu pun mungkin tak peduli bahkan tak percaya bahwa hal itu yang setiap hari aku rasakan.

Jujur, sebenarnya aku ingin sekali untuk menghapus semua bayang semumu dalam diriku. Agar aku bisa merasakan bagaimana rasanya bebas dari jeratan bayang semumu.

Dalam kenangan kau selalu seret aku perlahan. Menuju masa yang seharusnya aku lupakan. Hingga aku kelelahan. Hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan. Ajari aku caranya melupakanmu. Ajari aku caranya membencimu. Ajari aku caranya melakukan semua itu. Meniadakan segala kecemasan. Meniadakan segala kenangan

Nyatanya derai air mataku. Hanya disebabkan olehmu. Ajari aku caranya melupakan. Sehingga aku lupa caranya menangis. Sehingga aku lupa caranya meratap. Karena aku selalu kenal air mata. Aku hanya ingin tertawa. Sehingga hati aku. mati rasa akan luka.


Can I MOVE ON???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

20 Juni 2013

Apa yang aku rasakan malam ini, berasa makan gado-gado. Hehe macem-macem. Kaget, bingung, seneng, dan ga percaya. Ntah ini mimpi atau apa sehingga aku tak dapat menggambarkannya secara nyata. Nadiku serasa berhenti beberapa detik saat ku membaca pesan singkat darimu. Mungkinkah aku hanya Gede Rasa doang?? Ini terlalu mendadak untuk aku ketahui. Sekian lama aku berteman denganmu aku tak pernah merasakan adanya perlakuanmu yang spesial untukku. Semua terlihat biasa saja. Atau mungkin aku saja yang bodoh yang tak peka dengan perasaanmu. Begitu piciknya aku yang tak menyadari adanya sosokmu di kehidupanku. Mungkin saat itu aku sedang dibutakan dengan “Cinta  Konyolku”. Yah, mungkin aku menyebutnya seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan perasaanku yang selalu kacau, aku yang ga peduli dengan perhatian-perhatian kecilmu dan aku yang sangat sibuk mempertahankan “cinta konyolku”. Gimana ga konyol?? Aku suka dengan seseorang yang jelas-jelas aku mengetahui arah perasaannya pada seseoran...

Moment Lebaran

Lebaran kai ini beda dengan lebaran tahun sebelumnya. Dibilang spesial juga nggak, tapi dibiang gak spesial nggak juga (bingungung ya hehe). H-2 Lebaran bukannya sibuk buat prepare menyambut hari sakral tersebut, aku malah lagi sibuk-sibuknya buat ngerjain tugas ospek. Fyuhh... Rasanya tiap hari ga bisa tidur nyenyak, tugas ospek selalu mampir di setiap mimpiku. Sialan! Gak pandang bulu juga, ntah itu mimpi baik atau mimpi buruk. Selalu mampir deh tuh tugas. Walau hanya sekedar mengucap “assalamu’alaikum”. Hidup dalam bayang-bayang tugas itu rasanya.... bagai kepleset di tepi jurang terus masuk ke hutan rimba dan akhirnya jatuh di perkampungan rimba yang isinya para tarzan dan binatang buas. Hhiiiii... seremm! Tiap hari harus rela begadang demi mencari inspirasi (duh.. kayak pencipta lagu :D). UB bikin ribet nih tugas ospeknya, di suruh ngarang “mengapa memilih Ub-lah” kalau di suruh jawab sih, takdir paleng hehe. Tapi lepas dari itu semua memang aku pingin masuk UB. Tahu kena...

Gatau Judunya apa :)

Pernahkah kau merasakan hebatnya Cinta?? Ketika engkau tetap tersenyum saat terluka. Ketika engkau tetap tersenyum walau di dalam hati menangis. Ketika engkau tetap tersenyum di saat perpisahan. Jujur aku pernah merasakanna...!!!!! Tapi aku mampu tersenyum walau hai terluka. Karena aku yakin Alah tidak menciptakan dia untukku. Aku juga pernah tersenyum manis ketika berpisah dengannya. Karena sekali lagi aku percaya Cinta tak Harus Memiliki. Dan aku yakin Allah pasti telah menciptakan cinta yang lain untuk ku. Jujur pula aku tetap bisa mencintainya. Meki dia tak dapat ku rengkuh dalam kehidupanku. Karna Cnta memang bukan hanya ada di dalam Raga, akan tetapi selalu bersemayam di dalam JIWA.