Ku pejamkan mata
ini,
Mencoba tuk
melupakan,
Segala kenangan
indah tentang dirimu, tentang diriku,
Semakin aku
mencoba bayangmu semakin datang,
Merasuk hingga
ke jiwa,
Tuhan tolonglah
diriku,
Entah dimana
dirimu berada,
Hampa terasa
hidupku tanpa dirimu,
Apakah disana
kau rindukan aku,
Seperti diriku
yang selalu merindukanmu. . . . . .
Semestinya
aku memang harus memulai untuk
melupakanmu. Hal itu yang selalu gagal aku lakukan. Mungkin karena magis
kenanganmu yang terlalu tangguh, hingga aku tak mampu lagi untuk
menghancurkannya. Semua kenanganmu yang begitu nyata yang selalu mampir
disetiap malam sunyiku. Walau aku hanya melihat bayang semumu. Yeahh... bayang
semu, aku hanya bisa merasakan rindu ini yang semakin merasuk tanpa bisa
melihat raga nyatamu. Itulah yang setiap hari aku rasakan. Dan kamu pun mungkin
tak peduli bahkan tak percaya bahwa hal itu yang setiap hari aku rasakan.
Jujur,
sebenarnya aku ingin sekali untuk menghapus semua bayang semumu dalam diriku.
Agar aku bisa merasakan bagaimana rasanya bebas dari jeratan bayang semumu.
Dalam
kenangan kau selalu seret aku perlahan. Menuju masa yang seharusnya aku lupakan.
Hingga aku kelelahan. Hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan. Ajari aku
caranya melupakanmu. Ajari aku caranya membencimu. Ajari aku caranya melakukan
semua itu. Meniadakan segala kecemasan. Meniadakan segala kenangan
Nyatanya
derai air mataku. Hanya disebabkan olehmu. Ajari aku caranya melupakan. Sehingga
aku lupa caranya menangis. Sehingga aku lupa caranya meratap. Karena aku selalu
kenal air mata. Aku hanya ingin tertawa. Sehingga hati aku. mati rasa akan luka.
Can
I MOVE ON???
Komentar
Posting Komentar