Seminggu
Kemudian. . .
Hari ini tepat seminggu kau mengatakan pesan singkatmu padaku.
Gimana kabarmu sekarang? Baik-baikkan di sana. Magis pesan singkatmu sukses mengisi
ruang hati dan pikiranku. Untuk selalu bertanya-tanya maksud akan pesan
singkatmu. Mungkin kamu sudah melupakannya, namun aku bukan tipe orang yang
mudah untuk melupakan sesuatu. Bagimu ini biasa tapi tidak bagiku. Ini semua
terlalu kaget dan singkat untuk kuakhiri.
Ingin sekali aku mengatakan kepadamu
bahwa aku bukan pengecut lagi. Aku telah membongkar semua rahasiaku kepada “sosok
berjaket”. Aku ingin tahu bagaimana responmu setelah mengetahuinya. Apakah
kaget, bingung atau senang? Ntahlah mungkin itu hanya imijinasi semuku padamu. Rasanya
aku seperti orang bodoh. Aku terang-terangan mengatakan perasaan pada sosok
itu. Ntah setan apa yang saat itu sedang menghampiriku. Sosok yang selama ini
mengisi kegalauanku. Dengan konyolnya aku pun mengirim pesan yang sama yang
saat itu kau kirim pesan untukku. Dan aku mengakhiri semuanya sebelum aku
menyesalinya. Ini memang yang pertama bagiku. Pertama dalam sejarah hidupku
untuk mengakui segala kekagumanku kepada seseorang. Sebelumnya aku hanyalah
seorang pengecut yang hanya dapat mengagguminya dari kejauhan.
Konyolkah sikapku in?? Hhh. . .
sepertinya begitu hehe. Namun aku sudah siap dengan segala konsenkuen yang ada.
Dan dugaanku pun benar hehe. Tapi aku lega. Sekian lama hal yang aku pendam
yang sudah sesak di hatiku akhirnya aku berani mengungkapkannya. Sekarang aku
harus bisa melepas sosok itu dari perasaanku dan pikiranku. Mungkin aku hanya
pantas untuk berteman baik dengannya J sudah saatnya untuk aku mengakhiri
segala kegalauanku akan sosok itu. Aku bukan menyerah, tapi setidaknya aku
sadar diri akan hal yang tidak pasti untukku J apakah aku bisa melaluinya???? Hanya
Tuhan yang tahu. Suatu hari nanti aku percaya akan ada sosok berjaket yang lain
hadir dalam hidupku. Tapi selamanya aku akan terus mengingat akan sosok itu
yang pernah singgah di jiwaku.
Bersambung.
. .
Komentar
Posting Komentar